Daur Hidup Fasciola Hepatica atau Cacing Hati + Penjelasan

daur hidup fasciola hepatica
Ilustrasi oleh dribbble.com

Daur hidup fasciola hepatica yaitu Telur – Larva – Serkaria – Metaserkaria – Cacing dewasa. Adapun ciri serta penjelasan prosesnya selengkapnya dalam artikel ini.

Fasciola Hepatica dan Ciri-Cirinya

Fasciola Hepatica atau cacing hati secara klasifikasi tergolong ke dalam klasifikasi animalia, dengan filum Platyhelminthes, kelas Trematoda, subkelas Digenea, Ordo Echinostomida dan merupakan famili Fasciolidae.

Bentuk Fasciola hepatica mempunyai panjang 2,5 – 3 cm dan lebar 1 – 1,5 cm dengan tubuh yang ditutupi oleh sisik kecil dari kutikula sebagai pelindung tubuh dan juga berguna untuk membantu bergerak. Fasciola hepatica memiliki mulut runcing yang dikelilingi oleh alat penghisap pada bagian depan.

Cacing jenis ini bersifat hermaprodit, yaitu berkembang biak dengan cara melakukan pembuahan sendiri atau silang. Tempat tumbuh Fasciola hepatica pada inang perantara yang biasanya ditemukan seperti domba, sapi, atau jenis hewan ternak lainnya yang sifatnya sebagai

Daur Hidup Fasciola Hepatica

Pada mekanisme daur hidup hati, tidak akan terlepas dari morfologi tiap fase dari cacing hati itu sendiri. Hal ini untuk memudahkan dalam memahami alur sekaligus morfologi tiap fasenya.

Secara umum alur siklus hidup dari cacing hati ini yaitu Telur – Larva – Serkaria – Metaserkaria – Cacing dewasa. Adapun daur hidup cacing hati seperti berikut:

Cacing hati dapat masuk ke dalam tubuh hewan ternak melalui bentuk metaserkaria pada rumput yang dimakan hewan ternak. Selanjutnya, Fasciola hepatica sebagai bentuk cacing dewasa berkembang dalam hewan ternak dan menghasilkan telur.

Berikut ini mekanisme daur hidup lebih lanjut mengenai Fasciola hepatica.

  • Telur yang dihasilkan cacing dewasa akan keluar dari tubuh hewan ternak bersama feses/kotoran hewan ternak.
  • Jika telur berada di lingkungan yang tepat/tempat yang basah, telur akan menjadi larva bersilia yang disebut mirasidium. Larva tersebut akan berenang mencari hewan perantara sementara yaitu siput Lymnea auricularis dan akan menempel pada mantel siput.
  • Setelah berada pada tubuh kemudian larva berkembang dan berubah menjadi sporokista.
  • Kemudian (masih di dalam tubuh siput), sporokista yang akan berkembang secara parthenogenesis menjadi redia (larva II).
  • Redia lalu melakukan metamorfosis (berkembang secara paedogenesis) menjadi larva berekor yang disebut serkaria
  • Berikutnya, serkaria akan meninggalkan tubuh siput. Kemudian akan tumbuh menjadi metaserkaria (kista) yang menempel pada rumput. Metaserkaria yang menempel pada rumput akan termakan oleh domba, sapi atau hewan ternak lainnya kemudian berkembang menjadi cacing dewasa Fasciola hepatica.
  • Cacing dewasa tersebut akan menghasilkan telur dan selanjutnya akan masuk dalam daur hidup Fasciola hepatica berikutnya, begitu seterusnya.
Baca Juga  Pendapatan Nasional

Jika telur yang keluar bersama kotoran hewan berada pada keadaan lingkungan tidak baik, misalnya kering maka kulitnya akan menebal dan akan berubah menjadi metaserkaria.

Sedangkan pada saat ternak makan rumput yang terdapat metaserkaria, maka kista akan menetas di usus ternak dan akan menerobos ke dalam hati ternak dan berkembang menjadi cacing muda (larva).

Karakteristik Fasciola Hepatica

Fasciola hepatica (Cacing hati) | JavAurora

Fasciola hepatica atau yang kita kenal juga sebagai cacing hati mempunyai beberapa karakteristik yang menjadi ciri Fasciola hepatica, seperti berikut:

  • Merupakan hewan hermafrodit.
  • Sistem kelamin jantan terdiri sepasang testis dan penis.
  • Testis bercabang – cabang yang terletak di bagian tengah tubuh.
  • Sistem reproduksi betina terdiri atas ovarium yang bercabang dilengkapi kelenjar kuning telur.
  • Setiap telur yang telah mengalami fertilisasi bercampur dengan kuning telur dan diberi pelindung tanpa cangkang.
  • Telur yang keluar dari tubuh cacing akan melewati saluran empedu hewan inang yang kemudian sampai di usus halus (intestin).
  • Telur yang berada di lingkungan ideal akan menetas setelah 9 hari (jika suhu tidak sesuai dengan masa inkubasi, telur dapat bertahan untuk beberapa tahun).

Contoh Soal Daur Hidup Fasciola Hepatica

1. Perhatikan siklus hidup Fasciola hepatica beserta keterangannya berikut.
Pembahasan Soal Daur Hidup Fasciola hepatica

Huruf X menunjuk daur hidup Fasciola hepatica saat berbentuk larva. Pada proses larva terjadi tahapan yang disebut paedogenesis, yaitu reproduksi pada hewan muda (belum dewasa seksual, jadi belum menghasilkan telur) atau pada larva.

Jadi, proses yang terjadi pada tahap X adalah peristiwa paedogenesis.

Jawaban: C

2. Berikut ini adalah fase – fase dari daur hidup Fasciola hepatica.

1) Mirasidium
2) Telur
3) Sporosista
4) Redia
5) Cacing dewasa
6) Metaserkaria
7) Serkaria

Urutan daur hidup Fasciola hepatica yang benar adalah ….
A.   2) – 1) – 3) – 7) – 6) – 4) – 5)
B.   2) – 1) – 4) – 7) – 6) – 3) – 5)
C.   2) – 1) – 3) – 4) – 7) – 6) – 5)
D.   2) – 1) – 4) – 3) – 7) – 6) – 5)
E.   2) – 3) – 4) – 1) – 7) – 6) – 5)

Pembahasan:

7 tahapan pada daur hidup Fasciola hepatica meliputi tahapan mirasidium, sporokista, redia, serkaria, metaserkaria, Fasciola hepatica, dan telur. Jadi, urutan daur hidup Fasciola hepatica yang benar adalah 2) – 1) – 3) – 4) – 7) – 6) – 5).

Jawaban: C

Baca Juga  Cerita Putri Kaca Mayang

Itulah ulasan materi terkait siklus hidup Fasciola hepatica yang meliputi karakteristik Fasciola hepatica dan siklus hidup Fasciola hepatica. Dilengkapi dengan contoh soal Fasciola hepatica. Semoga bermanfaat!

Referensi:
  • idschool.net
  • materibelajar.co.id

Daur Hidup Fasciola Hepatica atau Cacing Hati + Penjelasan