Embrio: Pengertian, Proses Pembentukkan dan Perkembangannya

embrio adalah
ilustrasi oleh dribbble.com

Embrio adalah suatu keadaan awal dari perkembangan organisme multiseluler, eukariotik, dan diploid yang dilindungi dalam struktur organisme induk, seperti biji, archegonia, telur, atau rahim ibu.

Konsep embrio adalah dengan dikaitkan pada hewan, baik vivipar dan ovipar, harus dipahami bahwa tumbuhan juga melalui tahap embrionik ketika mereka bereproduksi melalui reproduksi seksual.

Dalam beberapa organisme multiseluler, eukariotik, diploid, dan reproduksi seksual, seperti banyak jenis ganggang, penyatuan gamet jantan dan betina terjadi secara bebas di lingkungan perairan dan memunculkan individu baru tanpa perlindungan dari struktur induknya, sehingga mereka tidak melalui tahap embrionik.

Pembentukan Embrio

Pada organisme dengan reproduksi seksual, penyatuan gamet betina dan gamet jantan memunculkan zigot. Setiap gamet haploid dan menyediakan setengah dari informasi genetik yang akan dimiliki individu baru.

Ketika keduanya bergabung dalam pembuahan,terbentuk, sel diploid baru dengan informasi genetik dari kedua gamet terkonjugasi.

Selanjutnya, zigot mengalami proses pembelahan sel dengan mitosis dan jumlah sel meningkat. Ketika tanda-tanda pertama diferensiasi sel muncul, fase embrionik dimulai.

embrio adalah

Tahapan Perkembangan Masa Embrio

Bulan pertama

Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm.

Bulan kedua

Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Embrio berukuran 4 cm.

Bulan ketiga

Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.

Bulan keempat

Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm.

Bulan kelima

Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan menendang.

Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).

Bulan keenam

Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi)

Bulan ketujuh

Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.

Bulan kedelapan

Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram.

Baca Juga  Kesetimbangan Benda Tegar: Prinsip, Rumus, Contoh Soal dan Pembahasannya

Bulan kesembilan

Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.

Fase Perkembangan Embrio dari Awal Hingga Akhir

Selain itu, berikut beberapa tahapan perkembangan embrio dari pembentukan awal sampai hasil akhir embrio:

embrio adalah

1. Fertilisasi

Fertilisasi merupakan proses penyatuan inti sel gamet jantan (sperma) dengan inti.

Jutaan sel sperma yang masuk ke dalam organ reproduksi betina, hanya akan ada satu sel yang bersatu dengan satu sel telur.

Setelah hal itu terjadi maka sel sperma lainnya akan mengalami penghancuran oleh sel-sel darah putih (leukosit). Sel inilah yang akan tumbuh dan berkembang menjadi manusia.

2. Pembelahan ( Cleavage )

Selanjutnya tahap pembelahan yang membentuk banyak sel atau diseut pembelahan mitosis yang berlangsung sangat cepat diawali dengan pembelahan dua sel, empat sel, delapan sel, dan sterusnya hingga terbentuk morula ( tahap 32 sel ).

3. Blastulasi

Tahap ini merupakan tahap pembentukan blastula ( bola berongga ) dari morula ( bola padat ).

Ukuran sel-selnya makin kecil ( ukuran bolanya sama ), yang membedakan tahap morula dengan blastula ialah jumlah sel dan terdapatnya rongga pada tahap blastula yang disebut blastosol.

4. Gastrulasi

Tahap gastrulasi, tahap pembentukan gastrula yaitu pembentukan tiga lapisan embrionik pada embrio. Gastrulasi ditandai dengan reorganisasi lapisan sel-sel pada tahap blastula.

Sel-sel blastula akan melakukan pergerakan morfogenetik yang sedemikian rupa, sehingga menyebabkan migrasi sel-sel yang awalnya terletak di luar menjadi tersusun di bagian dalam.

5. Neurulasi

Pada tahap neurulasi yaitu pembentukan corda saraf ( notocord ) yang merupakan ciri utama dari hewan vertebrata, notocorda dibentuk dari interaksi induksi antara lapisan ectoderm dengan lapisan mesoderm didalamnya.

Untuk selanjutnya notocorda ini akan berkembang menjadi sistem saraf pusat (perkembangan otak).

6. Organogenesis

Organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh pada makhluk hidup (hewan dan manusia).

Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-masing lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula.

Contohnya :

  1. Lapisan Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf), integumen (kulit), rambut dan alat indera.
  2. Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka (tulang/osteon), alat reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren.
  3. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo.

Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup.

Baca Juga  Daftar Alat-Alat dalam Labortaorium Kimia dan Biologi [LENGKAP]

Contohnya :

  • Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata.

Demikian pembahasan mengenai embrio adalah dan fase-fase perkembangan embrio dari awal hingga akhir.

Embrio: Pengertian, Proses Pembentukkan dan Perkembangannya