Lempar Lembing: Sejarah, Aturan, dan Teknik-Teknik Dasarnya

lempar lembing adalah
ilustrasi oleh dribbble.com

Lempar lembing adalah salah satu cabang olahraga dalam atletik. Olahraga ini dengan melemparkan sebuah tongkat panjang yang berbentuk seperti tombak punya sudut tajam di ujungnya dengan teknik dan tenaga penuh dari suatu posisi agar mencapai jarak yang jauh (Maksimum).

Lempar lembing terdiri dari dua kata yaitu lempar dan lembing. Lempar yang berarti usaha untuk membuang jauh-jauh, dan lembing adalah tongkat yang berujung runcing yang dibuang jauh-jauh.

Pengertian lempar lembing tidaklah lengkap jika tidak diketahui sejarah atau riwayat perkembangan lempar lembing sebagai salah satu cabang atletik.

Sejarah Lempar Lembing

lemppar lembing adalah

Olahraga lempar lembing belum diketahui secara otentik, akan tetapi olahraga ini sudah berkembang sejak zaman Yunani Kuno.

Zaman dahulu dari lembing ringan digunakan untuk berburu pada zaman primitif, tombak berat untuk berperang di seluruh dunia dan lembing dari abad pertengahan selama berabad – abad hingga terbentuklah lembing untuk perlombaan seperti sekarang ini.

Kegiatan lempar lembing ini mulai berkembang menjadi cabang salah satu olahraga, ketika manusia memasuki masa bercocok tanam dan beternak, meninggalkan zaman Nomaden yang kegiatan berburunya menjadi suatu kebiasaan pada zaman tersebut.

Lempar Lembing menjadi salah satu bagian olahraga atletik sejak tahun 1908 dan pada tahun 1932 diadakan perlombaan lempar lembing buat perempuan dalam sebuah olimpiade.

Peralatan dan Perlengkapan Lempar Lembing

1. Ukuran Lempar Lembing

Terdapat berbagai ukuran lempar lembing sesuai yang dipakai oleh atlet putra maupun putri, akan tetapi keduanya harus sesuai dengan standar Internasional yang telah ditetapkan.

Umumnya, untuk seorang atlet putra lembing menggunakan ukuran lempar lembing adalah dengan panjang 2,60 meter sampai 2,70 dengan berat 800 gram.

Sedangkan untuk atlet lempar lembing putri biasanya menggunakan ukuran lembing dengan panjang 2,20 meter sampai 2,30 meter dan dengan berat 600 gram.

2. Alat Lempar Lembing

Alat yang biasa digunakan ketika pertandingan lempar lembing adalah lembing, serbuk buat tangan agar tangan tetap kering tidak selalu basah.

Lembing yang digunakan dalam perlombaan memiliki karakteristik khusus. Sebab, terdapat 3 bagian khusus yaitu tongkat yang terbuat dari metal ringan, mata lembing yang terbuat dari logam dan bagian ujung yang bentuknya runcing. Kemudian, tali yang dililitkan di lembing sebagai pegangan pemain.

Terdapat beberapa ukuran khusus untuk lapangan olahraga lempar lembing, diantaranya sebagai berikut:

  • Jalur pertama atau track dengan panjang lintasan minimal 30 meter atau maksimal 36,5 meter dan jalur ini punya lebar 4 meter.
  • Area buat melemparkan lembing setelah berlari dalam track awalan. Dari poros tengah ke pojok busur, sudut yang terbentuk yaitu 30 derajat. Sudut ini merupakan petunjuk dari garis batas luar kanan dan kiri area sektor lemparan.
  • Jarak antara titik A/titik ancang – ancang buat melempar cuma sepanjang 8 meter dari bibir busur yaitu garis akhir yang gak boleh dilewati oleh atlet pada waktu akan melempar.
  • Sektor lemparan yang berbentuk kerucut dengan sudut yang sebagaimana udah ditetapkan di area sudut tersebut dan panjang lapangan pendaratan ini punya ukuran minimal 100 meter.
Baca Juga  Episentrum

Peraturan Permainan Lempar Lembing

Untuk perlombaan berskala Internasional seperti olimpiade, semua peralatan perlombaan sudah disiapkan oleh panitia penyelenggara.

Sehingga, antara peralatan yang satu dengan yang lainnya kualitasnya sama. Akan tetapi untuk peserta atau atlet dapat juga membawa alat lembingnya sendiri asalkan sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang udah ditetapkan oleh panitia penyelenggara.

Berikut beberapa aturan yang harus diperhatikan dalam melemparkan lembing, diantaranya:

  • Lembing yang dipegang harus pada tempat pegangan lembing.
  • Lemparan sah apabila, mata lembing harus menancap atau menggores tanah di sector lemparan.
  • Lemparan tidak sah ketika kaki pelempar menyentuh lengkungan lemparan, atau garis 1,5 meter atau di depan lengkungan lemparan.
  • Dalam sekali melempar, pelempar tidak boleh memutar badan sepenuhnya, jadi punggung pelempar menghadap kearah lengkungan lemparan.
  • Lemparan harus melewati atas bahu.
  • Jumlah lemparan diperbolehkan yaitu sama seperti tolak peluru dan lempar cakram.

Semua atlet akan berkompetisi untuk memperoleh jarak terjauh dari lembing yang sudah dilemparkannya dan masing-masing atlet hanya memiliki 1 kali kesempatan untuk melempar lembing.

Gaya – Gaya Lempar Lembing

A. Gaya Finlandia

Gaya yang pertama kali yang diperkenalkan oleh atlet berasal dari Finlandia ini memiliki beberapa cara untuk melakukannya. Berikut diantaranya:

  • Pertama, memposisikan jari jempol dan jari tengah menggenggam pegangan lembing di bagian paling belakang.
  • Kemudian, jari telunjuk lurus menahan lembing dan jari-jari yang tersisa cuma menggenggam longgar pegangan lembing di bagian depan.

Gaya finlandia ini sangat mudah dipraktekkan oleh pemain pemula. Sebab, keseimbangan lembing lebih dijaga oleh jari telunjuk dalam posisi lurus serta jari manis dan jari kelingking dalam posisi menggenggam longgar.

B. Gaya Amerika

Gaya ini diperkenalkan pertama kali oleh salah seorang atlet olahraga lempar lembing yang berasal dari Amerika.

Seiring perkembangan zaman, gaya ini dipakai dan diadaptasi oleh atlet lempar lembing di seluruh dunia.

Berikut beberapa cara untuk melakukan gaya ini:

  • Pertama, posisi jari pada saat memegang lembing yaitu jari telunjuk dan juga jari jempol menggenggam pegangan lembing pada batas tali bagian belakang.
  • Selanjutnya, tiga jari lainnya menggenggam pegangan dengan renggang. Hal ini untuk menjaga keseimbangan lembing pada saat dibawa berlari dan saat akan melakukan awalan.

C. Gaya Penjepit atau Tang

Gaya penjepit atau tang ini paling sering digunakan oleh atlet lempar lembing untuk memegang lembing ketika akan melakukan pertama kali lempar.

Baca Juga  Seni Rupa Kontemporer – Pengertian, Ciri, Keunikan, Apresiasi, Macam, Contohnya

Cara melakukan gaya penjepit ini, yaitu:

  • Pertama, posisi jari telunjuk dan jari tengan menjepit pada pegangan paling belakang lembing.
  • Kemudian, jari jempol, jari manis dan jari telunjuk menggenggam longgar lembing pada bagian pegangan sisanya.

Gaya penjepit atau tang ini sangat mudah untuk dipraktekkan oleh para pemain pemula lempar lembing.

Atletik Lempar Lembing

Lempar lembing adalah salah satu cabang atletik sejak tahun 1908 dan sudah terdaftar dalam IAAF (International Amateur Athletic Federation).

Pertandingan ini selalu ada dalam olimpiade sejak pertama kali dipertandingkan dalam ajang olimpiade modern. Berjalannya waktu, teknik dan rekor pertandingan lembing ini juga mengalami peningkatan.

Atlet yang sering juara yaitu bernama Jan Železný yang dapat melempar lembing sampai sejauh 98,48 meter pada tahun 1996 dan mampu memenangkan medali emas dalam olimpiade ditahun 1992, 1996, dan 2000.

Kemudian, disusul Johannes Vetter yang jadi atlet nomor 2 dengan lemparan sejauh sejauh 94,44 meter pada tahun 2017. Untuk atlet ketiga bernama Thomas Rohler dengan lemparan lembing sampai sejauh 93,90 meter.

Sehingga ketiga nama atlet tersebut sudah menjadi legenda dalam dunia lempar lembing.

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Lempar Lembing

Berikut beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam olahraga lempar lembing, diantaranya:

  • Memegang lembing sepanjang jalur lengan
  • Melebarkan langkah terakhir dan membengkokkan secara perlahan – lahan tungkai kanan
  • Berlari lurus selama melakukan awalan
  • Bawalah berat badan melewati tungkai belakang
  • Dapatkan sebuah pilihan antara tubuh bagian atas dan bagian bawah (bahu kiri dalam posisi tertutup)
  • Luruskan lengan lempar dan telapak tangan lempar dalam posisi menghadap keatas
  • Langkahkan tungkai kiri jauh ke depan dan cakarkan
  • Busungkan badan dalam posisi lempar dan bawalah sikut keatas saat akan melakukan lemparan.

Selain itu, terdapat juga beberapa hal yang harus dihindari dalam olahraga lempar lembing, diantaranya:

  • Memegang lembing dengan kepalan tangan penuh (menggenggam)
  • Meloncat ke atas pada langkah terakhir
  • Melakukan dua kali atau lebih langkah silang
  • Membawa ke dua bahu menghadap kedepan
  • Pinggul di tekuk, jadi badan membungkuk ke depan
  • Membengkokkan lengan lempar pada saat mulai melakukan lemparan
  • Penempatan kaki depan di tanah terlalu jauh ke kiri
  • Melempar berputar melalui samping kanan badan.

Itulah penjelasan terkait lempar lembing dari segi sejarah, peraturan, serta teknik-teknik dasarnya yang dapat dilakukan. Semoga bermanfaat!

Lempar Lembing: Sejarah, Aturan, dan Teknik-Teknik Dasarnya