Macam-Macam Teori Kedaulatan Beserta Penjelasannya [LENGKAP]

teori kedaulatan
Ilustrasi oleh dribbble.com

Teori kedaulatan teori adalah kekuasaan tertinggi atau wewenang dalam suatu negara didalam sistem pemerintahan. Hal ini dibedakan menjadi beberapa jenis seperti teori kedaulatan tuhan, kedaulatan hukum, dan lain sebagainya.

Secara etimologi, kedaulatan artinya yang diambil dari Bahasa Arab yaitu Daulah yang artinya sebuah kekuasaan sedangkan dalam Bahasa Latin yaitu supremus atau tertinggi.

Secara harfiah teori kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi
atau wewenang dalam suatu negara didalam sistem pemerintahan.

Pera ahli tata negara dan hukum menjelaskan tentang sumber
legistimasi kekuasaan tertinggi melalui beberapa teknik yaitu doktrin, ajaran
dan teori kedaulatan.

Menurut ahli tata negara dari Perancis tahun 1500 an, terdapat 4 sistem kedaulatan yaitu asli, permanen, tunggal dan tidak terbatas.

Nah, ada beberapa macam teori kedaulatan yang ada di dunia ini yang disampaikan oleh para ahli kenegaraan.

Dalam Filsafat Politik (2015) karya Budiono Kusumohamidjojo tentang teori kedaulatan, Teori kedaultana dibagi berdasarkan sejarah asal mula, diantaranya.

teori kedaulatan rakyat

Teori kedaulatan Tuhan

Teori kedaulatan ini kekuasaan tertinggi dalam suatu negara
berasal dari Tuhan. Dalam teori ini perlu diketahui bahwa perintah dan
kekuasaan pemimpin negara dianggap sama dengan apa yang diberikan Tuhan, karena
dipercaya dan dipilih beberapa orang secara kodrat mampu memimpin kekuasaan
sekaligus menjadi wakil tuhan di dunia ini.

Negara yang menganut teori ini seperti Jepang, Belanda, Etiophia. Dimana teori ini dipelopori oleh beberapa tokoh seperti Augustinus (354-430), Thomas Aquino (1215-1274), F Hegel (1770-1831) dan F.J Stahl (1802-1861)

Teori Kedaulatan Raja

Teori kedaultan raja menganggap raja sebagai jelmaan dari
kehendak Tuhan atau sebagai wakil Tuhan yang bertugas mengurus segala hal
terkait kehidupan duniawi.

Kekuasaan tertinggi berada ditangan raja, raja berkuasa
secara mutlak dan absolut sehingga apapun bisa dilakukan oleh raja baik
bertindak tirani ataupun tidak tunduk pad konstitusi.

Negara yang menganut teori ini adalah Malaysia, Brunai Darusalam, dan Inggris. Teori ini dipelopori oleh Niccolo Machiavelli (1467-1527) melalui karyanya II Principle, Niccolo berpendapat bahwa sebuah negara harus dipimpin oleh raja yang berkekuasaan multlak.

Teori Kedaulatan Negara

Dalam teori ini suatu negara berdaulat penuh dan menjadi
lembaga tertinggi dalam kehidupan masyarakat.

Jadi, negara memegang kuasa penuh atas sistem pemerintahan yang ada di negera tersebut sehingga tidak ada yang lebih tinggi dari negara termasuk hukum yang ada dinegara, karena hukum buatan dari negara.

Baca Juga  Bahasa Kitab Taurat yang Diturunkan Kepada Nabi Musa

Para pemimpin yang dictator merupakan perwujudan teori kedaulatan negara dengan menerapkan sistem pemerintahan tirani. Negara yang menganut teori ini seperti Jerman saat dipimpin Rusia saat dipimpin Stalin dan Prancis saat masa pemerintahan Raja Louis IV.

Teori ini juga dianut oleh beberapa tokoh terkemuka seperti
Jean Bodin (1530-1596), F. hegel (1770-1831), G. Jelinek (1851-1911), dan Paul
Laband (1879-1958).

Teori Kedaulatan Hukum

Teori kedaulan ini menjelaskan bahwa kekuasaan tertinggi
patuh dan tunduk pada hukum. Hukum memiliki derajat tertinggi dalam kekuasaan dan
dipandang sebagai sumber dari segala kekuasaan dalam negara.

Hukum bertindak sebagai panglima dalam kehidupan bernegara,
sehingga hukum harus ditegakan serta penyelenggaraan negara harus dibatasi oleh
hukum yang berlaku. Semua warga negera dan pemerintah wajib menjunjung tinggi
hukum seperti menghormati hukum dan mematuhi hukum yang berlaku, pelangaran
terhadap hukum akan diberikan sanksi sesuai peraturan yang ada.

Teori ini dianut oleh beberapa tokoh seperti Hugo de Groot, Krabbe, Immanuel Kant dan Leon Duguit. Negara yang menganut teori ini adalah Indonesia dan Swiss.

Teori Kedaulatan Rakyat

Teori Kedaultan ini memiliki kekuasaan tertinggi berada
ditangan rakyat, oleh karena itu legistimasi atau pemilihan wakil rakyat dalam
pemerintahan berasal dari rakyat.

Teori ini menitiberatkan kepada analogi dari rakyat untuk
rakyat dan oleh rakyat yang artinya rakyat memberikan kekuasaan para wakilnya yang
menduduki lembaga eksekutif maupun legislatif untuk melindungi hak-hak rakyat
serta bisa memimpin rakyat.

Dalam prakteknya teori ini banyak dianut oleh negara demokrasi seperti Indonesia, Amerika Serikat dan Perancis.  Pencentus teori ini dikemukakan oleh beberapa tokoh seperti JJ. Rousseau, Johannes Althusius, John Locke, dan Mostesquieu.

Macam-Macam Teori Kedaulatan Beserta Penjelasannya [LENGKAP]