Mengenal Sistem Ekskresi pada Manusia dan Fungsinya

sistem eksresi pada manusia
Ilustrasi oleh dribbble.com

Sistem ekskresi pada manusia adalah sistem yang bertugas untuk mengolah hingga membuang zat sisa metabolisme dan racun dari dalam tubuh. Sistem ini berupa hati, kulit, ginjal dan paru-paru.

Ketika dalam tubuh manusia terdapat zat-zat yang tidak diperlukan tubuh lagi, maka apa yang terjadi ?

Pasti, tubuh akan menjalankan suatu sistem pembuangan zat-zat tersebut. Dalam hal ini, bisa berbentuk urine, gas, keringat, karbon dioksida.

Zat-zat ini adalah sisa dari proses kecepatan tubuh dalam mencerna, menyerap, dan mengasimilasi zat zat penting untuk diubah menjadi energi. Jika dibiarkan tanpa adanya pengeluaran, maka bisa menyebabkan gangguan pada tubuh.

Sistem ekskresi adalah sistem yang bertugas untuk mengolah hingga membuang zat sisa metabolisme dan racun dari dalam tubuh

Manusia memilki sejumlah organ ekskresi, yaitu paru-paru, kulit, hati, dan ginjal. Masing-masing organ ekskresi tersebut memiliki fungsi, cara, dan zat sisa yang berbeda untuk membuang dari dalam tubuh.

Berikut adalah uraiannya setiap sistem ekskresi pada manusia:

1. Paru-Paru

Paru-paru manusia jumlahmya sepasang, di dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk.

Paru-paru merupakan organ ekskresi yang berfungsi mengeluarkan gas-gas sisa proses pernapasan yaitu gas CO2 (karbon dioksida) dan H2O (uap air).

sistem eksresi pada manusia

Paru-paru bertugas memindahkan oksigen yang diperoleh dari udara ke dalam darah. Darah yang mengandung oksigen tersebut akan disalurkan ke seluruh jaringan dan organ tubuh agar dapat bekerja Setelah memperoleh oksigen, setiap akan menghasilkan karbon dioksida sebagai zat sisa.

Karbon dioksida merupakan zat sisa beracun yang bisa berbahaya bagi kesehatan saat menumpuk berlebihan di dalam darah. Untuk membuangnya, karbon dioksida akan dibawa oleh darah kembali menuju paru-paru dan dikeluarkan ketika Anda mengembuskan napas.

Manusia normal bernapas 12-20 kali tiap menit. Ada kalanya pernapasan kita terganggu sehingga napas menjadi terasa sulit, tidak nyaman, atau tidak dapat bernapas sama sekali. Jadi sebijaknya kita selalu menjaga sistem ekskresi di paru-paru.

2. Kulit

Kulit merupakan lapisan terluar yang terdapat di permukaan tubuh. Kulit memiliki tiga struktur, yakni epidermis, dermis, dan hipodermis atau lapisan subkutan.

struktur kulit manusia

Epidermis merupakan struktur terluar pada tubuh. Fungsi utama epidermis adalah memproduksi sel baru, memberi warna kulit, dan melindungi tubuh dari zat berbahaya yang datang dari lingkungan luar.

Baca Juga  Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Kemudian, dermis bertugas memproduksi keringat dan minyak. Bagian ini juga akan menghadirkan sensasi dan mengalirkan darah ke area kulit lainnya, serta menjadi tempat tumbuhnya rambut.

Selain dermis, lapisan kulit lain adalah subkutan yang terdapat lemak, jaringan penghubung, dan elastis (protein yang membantu jaringan kembali ke bentuk semula setelah mengalami peregangan).

Kulit adalah organ ekskresi sebab mampu mengeluarkan zat-zat sisa berupa kelenjar keringat. Kulit manusia memiliki kira kira 3–4 juta kelenjar keringat. Kelenjar ini tersebar di seluruh bagian tubuh, dan paling banyak terdapat di telapak tangan, kaki, wajah, dan ketiak.

Kelenjar keringat terdiri 2 jenis, yaitu kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin. Kelenjar ekrin tersistem langsung dengan permukaan kulit dan menghasilkan keringat yang tidak berbau dan encer.

Kelenjar apokrin mengeluarkan keringat yang mengandung lemak yang pekat, dan terdapat di folikel rambut, seperti ketiak dan kulit kepala.

Pada dasarnya, keringat yang dihasilkan berfungsi untuk mengendalikan suhu tubuh dan melumasi kulit serta rambut.

Namun, sebagai bagian dari sistem ekskresi, kelenjar keringat juga membuang racun dari dalam tubuh melalui keringat.

Ada beberapa jenis racun yang dibuang melalui kelenjar keringat di kulit, antara lain zat logam, bisphenol Apolychlorinated biphenyls, urea, phthalate, dan bikarbonat. Tak hanya racun, kelenjar keringat di kulit juga berfungsi untuk membunuh dan membuang bakteri.

3. Hati

Letak hati berada di dalam rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma yang dilindungi selaput tipis kapsula hepatis. 

Hati berguna untuk membuang getah empedu zat sisa dari perombakan sel darah merah yang telah rusak dan dihancurkan di dalam limpa.

Selain berfungsi sebagai organ ekskreksi, hati juga berperan sebagai penawar racun, menyimpan glikogen (gula otot), pembentukan sel darah merah pada janin dan sebagai kelenjar pencernaan.

sistem ekskresi pada manusia

Zat beracun yang dibuang dan diolah hati adalah amonia, yaitu zat buangan dari penguraian protein. Jika dibiarkan menumpuk dalam tubuh, amonia dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan pernapasan dan masalah pada ginjal.

Amonia diolah menjadi urea. Setelah itu, urea yang diolah di hati akan dibuang melalui sistem ekskresi pada ginjal lewat urine. Selain amonia, zat lain yang dibuang atau diekskresi oleh hati adalah zat beracun dalam darah, misalnya akibat konsumsi alkohol atau obat-obatan.

Organ hati juga berfungsi untuk membuang sel darah merah yang rusak dan kelebihan bilirubin yang dapat menyebabkan sakit kuning.

Baca Juga  Matriks

4. Ginjal

Manusia memiliki sepasang ginjal berukuran sekitar 10 cm. Letak ginjal di rongga perut sebelah kiri dan kanan ruas-ruas tulang pinggang.

Ginjal berfungsi untuk menyaring zat-zat sisa metabolisme dari dalam darah, mempertahankan keseimbangan cairan tubuh, mengeskresikan gula darah yang melebihi kadar normal dan mengatur keseimbangan kadar asam, basa, dan garam di dalam tubuh.

Zat hasil ekskresi ginjal adalah urine.

Beberapa cara ginjal ketika menyaring darah untuk memproduksi urine:

1. Filtrasi

Penyaringan darah dilakukan oleh glomerulus terhadap darah yang mengalir dari aorta melalui arteri ginjal menuju ke badan Malpighi.

Kemudian zat sisa hasil penyaringan ini disebut urine primer yang berisi air, glukosa, garam dan urea. Zat ini nantinya akan masuk dan disimpan sementara dalam kapsul bowman.

2. Reabsorbsi

Setelah urine primer disimpan sementara di kapsul Bowman, kemudian menuju saluran pengumpul. Dalam perjalanannya menuju saluran pengumpul, proses pembentukan urine masuk ke dalam reabsorpsi.

Zat-zat yang masih dapat digunakan seperti glukosa, asam amino, dan garam tertentu akan diserap lagi oleh tubulus proksimal dan lengkung Henle. Penyerapan kembali dari urine primer akan menghasilkan urine sekunder.

3. Augmentasi

Pengeluaran zat augmentasi ini menghasilkan urine sekunder yang dihasilkan tubulus proksimal dan lengkung henle akan mengalir menuju tubulus distal.

Urine sekunder akan melalui pembuluh kapiler darah untuk melepaskan zat-zat yang sudah tidak lagi berguna bagi tubuh. Selanjutnya, terbentuklah urine yang sesungguhnya.

4. Pembuangan

Ketika kandung kemih memenuhi kapasitas, sinyal yang dikirim ke otak memberitahu seseorang untuk segera buang air kecil. Ketika kandung kemih kosong, urine mengalir keluar dari tubuh melalui uretra, yang terletak di bagian bawah kandung kemih.

Itulah sistem eksrkesi pada manusia, setiap organ memiliki fungsi dan zat sisa masing masing.

Sistem ini menjaga agar metabolisme tubuh terjaga dari racun berbahaya. Untuk itu, kita harus menjaga kesehatan organ ekskresi agar berkerja dengan baik seperti makan makanan yang sehat, olahraga, serta istirahat yang cukup.

Demikian pembahasan sistem ekskresi pada manusia, semoga bermanfaat.

Mengenal Sistem Ekskresi pada Manusia dan Fungsinya