Porifera: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Reproduksi, dan Manfaatnya + Gambar

porifera
Ilustrasi oleh dribbble.com

Porifera adalah salah satu kelompok invertebrata atau hewan tidak bertulang belakang yang permukaan tubuhnya memiliki pori.

Pori-pori ini terhubung melalui saluran kecil menuju rongga dimana dindingnya memiliki rambut getar. Pori ini berfungsi untuk mengatur keluar masuknya air yang memuat bahan makanan ke dalam rongga tubuh.

Untuk lebih jelasnya mengenai ciri-ciri porifera, struktur dan sistem reproduksinya. Mari simak penjelasan berikut.

Pengertian Porifera

porifera
wikipedia.com

Porifera adalah hewan bersel banyak yang paling primitif atau sederhana karena sel-selnya bekerja secara sendiri dan tidak memiliki organ atau jaringan sejati.

Habitat porifera sebagian besar di laut dan hanya sebagian kecil saja yang hidup di air tawar. Umumnya hidup di perairan yang dangkal dan jernih. Hewan ini hidup dengan cara heterotrof yaitu memakan jenis dan plankton.

Porifera berkembang biak secara seksual dan aseksual. Seksual dengan cara peleburan sel telur dan spermatozoid dan aseksual dengan cara pembentukan tunas (budding). Contoh hewan ini seperti Leucosolenia, euplectella dan spongilla.

Ciri-Ciri Porifera

Adapun beberapa ciri-ciri porifera diantaranya:

  1. Hewan bersel banyak (metazoan) yang paling sederhana atau primitif.
  2. Bentuknya menyerupai vas bunga, mangkuk di dasar laut.
  3. Tubuhnya memiliki dua lapisan sel (diploblastik) yaitu eksoderm dan mesoderm dengan lapisan luarnya (epidermis) tersusun dari sel berbentuk pipih disebut pinakosit..
  4. Tubuhnya berpori (ostium) epidermisnya terdapat lubang kecil (porus) disebut ostia.
  5. Saluran tubuh yang terhubung ke rongga tubuh disebut spongosel.
  6. Memiliki 3 tipe saluran air yaitu askon, sikon, dan leukon (ragon).
  7. Lapisan dalamnya tersusun dari sel berleher dan berflagel disebut koanosit yang berfungsi untuk melakukan pencernaan makanan.
  8. Didalam mesoglea (lapisan tengah dari bahan kental) terdapat beberapa sel seperti sel amoebosit, sel skleroblas dan sel arkheosit.
  9. Perncernaan intra seluler di dalam koanosit dan amoebosit.

Struktur Porifera

porifera
edubio.info

Adapun beberapa struktur bagian diantanya:

Bagian terluar dari porifera yang berfungsi untuk melindungi sel-sel yang terletak didalamnya.

Bahan pengisi yang terletak didalam epidermis.

Rangka sederhana porifera yang menyerupai duri dan berfungsi untuk menguatkan tubuh agar berdiri tegak.

Sel yang membentuk pori-pori (ostium) pada permukaan tubuh yang berperan sebagai saluran keluar masuknya air yang mengandung makanan.

Ruang rongga utama dimana air akan berkumpul di rongga ini untuk dilakukan penyaringan makanan.

Baca Juga  Pengertian APBD – Jenis, Fungsi, Tujuan, Penyusunan, Hukum, Analisis, Contoh

Sel yang terletak didalam rongga utama berperan untuk menangkap dan mencerna makanan.

Sel-sel yang bisa bergerak berfungsi untuk mencerna makanan dan membawanya keseluruh tubuh tumbuhan.

Lubang besar di ujung yang berfungsi sebagai saluran keluarnya air.

Klasifikasi Porifera

1. Calcarea (Calcispongi)

calcarea porifera
tolweb.org

Calcarea memiliki rangka berasal dari zat kapur/ kalsium karbonat dan berwarna pucat. Hewan ini memiliki tinggi sekitar 15 cm dan permukaan tubuhnya memiliki bulu.

Terdapat 3 jenis saluran air calcarea yaitu askonoid, sikonoid dan leukonoid. Contoh calcara seperti Leucosolenia, Clathrina, dan Sycon ciliatum.

2. Kelas Hexactinelida (Hyalospongiae)

digitalatlasofancientlife.org

Hexactinelida memiliki kerangka tubuh yang tersusun dari silica (kaca) berbentuk silindris, datar atau bertangkai.

Hewan ini memiliki tinggi yang bisa mencapai 90 cm dan memiliki tipe saluran air sikonoid. Biasanya juga disebut sebagai glass sponge karena spikulanya bersatu dengan struktur jaringan seperti ring basket. Adapun yang berbentuk seperti vas bunga atau mangkuk. Contoh hexactinelida seperti Euplectella aspergillum dan Hyalonema.

3. Kelas Demospongiae

porifera demospongiae
wikipedia.com

Demospongiae memiliki kerangka tubuh yang tersusun atas sponging dan tingginya bisa mencapai lebih dari 1 meter.

Hewan ini memiliki tipe saluran air leukonoid dan umumnya berwarna cerah. Warna tubuh cerah ini berfungsi melindungi tubuh dari sinar matahari.

Sebagian besar porifera berasal dari kelompok demospongiae yang hampir 90%. Kelompok ini hidup di tepi pantai dan adapula yang hidup di air tawar. Contohnya seperti Oscarella, Acarnus erithacus Microciona, Halichondria dan Cizona celata.

Sistem Reproduksi

Porifera melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual, berikut penjelasannya:

Sistem perkembang biakan secara aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas dan gemmule.

Gemmule ini dihasilakn saat musim dingin di dalam tubuh porifera yang habitatnya berada di air tawar.

Reproduksi seksual dilakukan dengan cara pembentukan gamet dimana terjadinya pertemuan antara sel telur dengan spermatozoid yang akan menghasilkan zigot. Kemudian berkembang menjadi larva berflagel (larva amfiblastula).

Selanjutnya akan keluar dari mesohil bersaman dengan aliran air yang keluar dari oskulum dan menempel di substrat menjadi porifera dewasa.

Manfaat Porifera

Meskipun belum memiliki nilai ekonomis tinggi, porifera dinegera Amerika digunakan sebagai spons alat pengosok tubuh saat mandi dan sebagai alat pembersih kaca.

Beberapa jenis spora yang digunakan untuk spons yaitu Spongia dan Hippospongia. Selain itu, zat kimia yang keluar bisa digunakan untuk mengobati penyakit kanker.

Demikian penjelasan mengenai materi Porifera lengkap besarta ciri-ciri, klasifikasi, struktur dan sistem reproduksinya. Semoga bermanfaat!

Baca Juga  Ciri Pasar Oligopoli

Referensi:

  • dosenpendidikan.co.id
  • edubio.info
  • duniapendidikan.co.id

Porifera: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Reproduksi, dan Manfaatnya + Gambar