Rumah Adat Joglo: Asal Daerah, Filosofi, Keunikan dan Gambarnya

rumah adat joglo
ilustrasi oleh dribbble.com

Rumah adat Joglo adalah rumah adat tradisional yang berasal dari Jawa Tengah yang biasanya terbuat dari kayu jati dan memiliki simbol kedaerahan khas Indonesia.

Bentuk atap joglo menyerupai bentuk tajug yang mengacu pada bentuk gunung. Secara etimologis, kata joglo berasal dari dua kata yaitu “tajug” dan “loro” yang artinya penggabungan dari dua tajug.

Bentuk atap seperti gunung ini diyakini memiliki makna yang sakral karena menurut masyarakat jawa, gunung menjadi tempat tinggal para dewa.

Rumah joglo memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang membedakan dengan rumah adat lainnya. Dari segi arsitektur, joglo juga memiliki nilai filosofi yang menggambarkan kehidupan masyarakat jawa. Rumah joglo menghadirkan nilai kedaerahan rumah tradisional khas Indonesia, maka tidak heran rumah adat ini sangat populer di Indonesia.

Keunikan dan Filosofi Rumah adat Joglo

rumah joglo
rumah joglo, ilustrasi dari 99.co

Rumah adat joglo memiliki keunikan dan filosofi pada bangunannya sehingga menjadikannya warisan budaya yang harus dijaga.

  • Arsitektur bangunan yang khas

Bangunan rumah joglo memiliki bentuk arsitektur yang khas seperti ruangan di dalamnya dan beberapa fungsi spesifik di setiap bangunannya. Nah, di setiap bangunan mempunyai nilai filosofi yang lekat dengan budaya jawa.

Rumah joglo dibangun dengan 4 tiang utama yang disebut saka guru. Saka guru menjadi fondasi utama dalam pembanguan rumah joglo karena menopang seluruh komponen bangunan.

Rumah joglo memiliki teras yang luas dan tanpa sekat. Fungsi teras ini yaitu untuk menjalin silaturahmi dengan tetangga dan sarana interaksi sosial dengan masyarakat.

  • Dilengkapi dengan jendela besar dan berjumlah banyak

Rumah joglo memiliki keunikan yang khas yaitu dilengkapi jendela besar dan banyak. Ciri khas ini berasal dari warisan kolonial belanda yang digabung dengan arsitektur jawa. Apabila ditotal jumlah jendela rumah joglo bisa mencapai puluhan.

Pintu rumah joglo terletak ditengah rumah dan ditambah ciri khas lain yang sangat menonjol bagi rumah adat khas jawa.

Adapun filosofi yang terkandung dari pintu rumah joglo ini yaitu menggambarkan keterbukaan dan keharmonisan antara penghuni rumah dan orang lain.

Pagar pada rumah joglo terbuat dari tanaman perdu yang tingginya tidak lebih dari satu meter sehingga mudah untuk berinteraksi dengan tetangga.

  • Mengambarkan status sosial
Baca Juga  Unsur Komunikasi

Rumah joglo menggambarkan status sosial pemiliknya karena biaya pembuatan rumah yang mahal menggunakan kayu jati dan beberapa material lainnya. Tidak heran kalau pemilik rumah joglo yaitu orang dengan status sosial dan ekonomi menengah ke atas.

Bangunan Rumah Joglo

Rumah joglo memiliki keunikan apabila dilihat dari bangunannya. Adapun denah rumah adat tradisional Joglo dan fungsi masing-masing, diantaranya adalah:

1. Pendopo

pendopo rumah joglo

Pendopo adalah ruangan yang digunakan untuk menerima tamu. Bagian ini menjadi inspirasi rumah modern dengan konsep minimalis terbuka.

2. Pringgitan

pringgitan rumah joglo

Pringgitan adalah ruang tengah yang berfungsi untuk menerima tamu yang memiliki hubungan dekat. Ruangan ini menghubungan pendopo dengan omah.

Pringgitan artinya wayang atau bermain wayang yang biasanya memiliki bentuk atap atau limasan yang unik.

3.Omah

Omah atau omah njero adalah ruangan yang digunakan untuk berkumpul keluarga.

Bagian ini berbentuk persegi panjang atau limasan yang mempunyai lantai agak tinggi dan biasanya dilengkapi ornamen untuk mempercantik ruangan.

4. Senthong

senthong rumah joglo

Senthong adalah kamar rumah joglo yang terbagi menjadi tiga yaitu senthong kamar kanan, kiri dan tengah. Ruangan ini biasanya digunakan untuk kamar tidur, dapur, kamar mandir dan lain sebagainya.

5. Padepokan

Padepokan adalah bagian rumah joglo yang digunakan untuk tempat beribadah. Bagian ini menjadi tempat yang suci untuk menjalankan ritual atau perlindungan diri.

6. Saka

saka guru

Saka adalah bagian pondasi rumah yang berfungsi sebagai penyangga. Biasanya terdapat empat saka sesuai arah mata angina yaitu timur, selatan, utara dan barat.

Demikian penjelasan mengenai Rumah adat Joglo beserta keunikannya. Semoga bermanfaat!

Rumah Adat Joglo: Asal Daerah, Filosofi, Keunikan dan Gambarnya