Rumus ROA (Return On Asset): Pengertian, Penggunaan, Rumus dan Contoh Perhitungannya

rumus roa
Ilustrasi oleh dribbble.com

Rumus ROA atau Return On Asset adalah Laba Bersih/ Total Aset, yang digunakan perusahan untuk mengukur efisiensi pengelolaan asetnya dan mengubahnya menjadi laba bersih.

ROA biasa disajikan dalam bentuk (%) yang mengambarkan rasio keuntungan yang diperoleh perusahaan berkaitan dengan asset yang dimiliki.

Pengertian ROA

Return on Assets (ROA) adalah rasio yang berguna untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam mengelola asset untuk menghasilkan laba bersih dalam periode tertentu.

rumus ROA
educba.com

ROA juga dikenal sebagai tingkat pengembalian asset yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan bagi perusahan itu sendiri. Rasio ini membantu investor maupun managemen dalam melihat baiknya suatu perusahaan dalam mengonversi investasinya pada asset untuk memperoleh profit.

Tingkat pengembalian Aset ini dianggap sebagai return on investment (pengembalian hasil investasi) bagi perusahaan karena menjad dasar asset modal yang menjadi investasi terbesar pada semua perusahaan.

Penggunaan ROA

Adapun beberapa penggunaan ROA bagi perusaahan, diantaranya:

  • Menentukan Profitabilitas dan Efisiensi

ROA mengambarkan jumlah uang yang didapat pada setiap asetnya dan menjadi pengembalian nilai asset terbesar dalam perusahaan agar lebih menguntungkan dan efisien.

  • Menentukan Intensif Aset Perusahaan

ROA digunakan untuk mengukur keintensifan perusahaan. Apabila ROA semakin rendah, maka semakin intensif aset perusahaan. Contohnya perusahaan padat seperti penerbangan.

Sedangkan, semakin tinggi ROAnya maka semakin sedikit intensif asset perusahaan. Contohnya seperti perusahaan asset ringan yaitu perusahaan perangkat lunak.

  • Membandingkan Kinerja Antar Perusahaan

Perlu dicatat bahwa pengembalian asset tidak dilakukan dengan membandingkan ke semua industry karena setiap industri memiliki penggunaan asset yang berbeda .

Sebagai contoh ada beberapa industry yang memerlukan property, pabrik dan peralatan yang mahal untuk menghasilkan keuntungan sedangkan beberapa perusahaan tidak.

Oleh sebab itu, perusahan akan melaporkan pengembalian asset apabila lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memerlukan banyak asset.

Rumus Return On Asset (ROA)

Rumus Return on Asset didapatkan dengan membagi laba bersih dengan total asset yang dimiliki perusahaan.

Rumus ROA

Cara menghitung ROA bisa dilakukan dengan menggunakan total aset pada tanggal tertentu atau dengan rata-rata total aset perusahaan.

Contoh Perhitungan ROA

1. Suatu bisnis makanan memperoleh bersih sebesar 10 juta untuk saat ini dan memiliki aset senilai 50 juta sesuai pembukuan pada tanggal 30 bulan 12 tahun 2020. Tentukan berapakah ROA perusahaan tersebut?

Baca Juga  Sumber Pendapatan Daerah

Jawab:

ROA = (Laba bersih/ total Asset)x 100 %
= (10/50)x100%
= 20 %

ROA dari bisnis makanan tersebut adalah 20%. Maka, setiap rupiah aset yang diinvestasikan perusahaan, akan menghasilkan 20 rupiah setiap tahunnya.

2. Laba bersih dari PT. General Operation adalah 2,613 triliun, sesuai dengan laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2020. Sedangkan Total Asetnya sebesar 51,333 triliun. Berapakah ROA perusahaan tersebut?

Jawab:

Rumus Return on Asset = (Laba bersih setelah Pajak : Total Aset ) x 100%
=2,613 triliun : 51,333 triliun x 100%
= 5,09%

Jadi, ROA perusahaan General Operation sebesar 5,09%.

Demikian penjelasan mengenai rumus ROA, lengkap beserta penggunaan dan contoh perhitungannya. Semoga bermanfaat!

Referensi:

  • rumuspintar.com
  • rumus.co.id

Rumus ROA (Return On Asset): Pengertian, Penggunaan, Rumus dan Contoh Perhitungannya