Samsung Galaxy A3 Duos REVIEW

Galaxy A3 Duos hadir dengan ketegasan desain premium yang seharusnya setelah setelah sekian lama Samsung dikritik karena desainnya yang terkesan standar. Gadget+ mendapatkan kesempatan untuk mengulas Galaxy A3 Duos. Bagaimana hasilnya?

[nextpage title=”Design and Features”]Samsung Galaxy S5 mengusung desain yang tidak bisa dibandingkan dengan iPhone 6 dan HTC One M8, sedangkan Galaxy Alpha dan Note 4 memang susah mengalami peningkatan meskipun tetap belum sempurna. Galaxy A3 hadir sebagai bukti kalau Samsung bisa menyajikan desain yang premium walaupun kekuatannya memiliki kelas sebagai smartphone kelas menengah. Desain yang diusung Galaxy A3 patut diacungi jempol dengan lapisan metal di bagian belakangnya yang terasa solid. Meskipun desainnya ini sedikit mengingatkan kami pada iPhone, Galaxy A3 memiliki bobot yang ringan hanya sekitar 110 gram.

Meskipun mengadopsi perubahan desain dalam build material-nya, estetika Galaxy A3 masih tidak begitu berbeda jauh dengan kelas Galaxy lainnya. Kenyataannya perangkat mungil ini masih menggunakan signature Samsung seperti tombol Home yang menonjol di bagian depan yang ditemani oleh tombol kapasitif Back serta Recent Apps. Sementara itu, tombol Power yang mudah untuk dijangkau terletak di sisi bagian kanan, dengan dua pilihan slot nano SIM di bawahnya. Salah satu slot berfungsi ganda sebagai ruang penyimpanan kartu memori. Di sisi seberangnya, terdapat tombol Volume dengan jack untuk headphone serta port microUSB di dasarnya. Saat membalikkan badannya, pada bagian ini Anda akan menemukan mata lensa kamera yang diapit oleh lampu LED Flash di bagian kiri serta speaker tunggal di bagian kanannya.

Galaxy A3

Sebagai smartphone dari Samsung yang paling tipis saat ini, Samsung Galaxy A3 hanya memiliki ketebalan 6.9mm. Perangkat ini akan hadir dalam ragam pilihan warna, yakni Pearl White, Midnight Black, Platinum Silver, Soft Pink, Light Blue dan Champagne Gold. Secara keseluruhan, Galaxy A3 menyajikan desain yang cukup premium untuk smartphone yang berada di kelas mid-range. Kalau Anda lebih memilih desain ketimbang spesifikasi, maka lebih bijaksana untuk memilih Galaxy A3 ketimbang Galaxy S5. Pun begitu, kehadiran Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge membuat penyuka Samsung kebanjiran desain yang jauh lebih unggulan.

Tetapi Galaxy A3 tidak hanya menawarkan desain yang baik. Fitur yang disajikan oleh perangkat ini juga tampak mengejutkan. Selain menggunakan koneksi LTE dan layar berteknologi Super AMOLED dari Samsung, Galaxy A3 menggunakan chipset 64-bit yang serupa dengan A5 serta kamera bagian depan setangguh A7. Perlu diperhatikan, Galaxy A3 hadir dalam dua versi, yakni versi SIM ganda seperti yang tengah kami review dan versi lain yang ber-SIM tunggal. Perbedaan keduanya terletak pada jumlah RAM di mana Galaxy A3 dengan dua SIM menyajikan RAM sebesar 1GB, sedangkan perangkat dengan satu SIM memilik RAM lebih besar atau tepatnya 1.5GB. Tidak hanya itu, Galaxy A3 dengan satu SIM menggunakan koneksi hingga level LTE.

Sayangnya, perangkat ini masih menggunakan sistem operasi Kitkat dari Android. Untungnya, ekosistem OS miliknya dilengkapi dengan user interface TouchWiz milik Samsung yang mudah diadaptasi oleh penggunanya. Dari sektor kamera, Galaxy A3 mengusung kamera utama berkekuatan 8MP yang dilengkapi oleh LED Flash serta fitur autofokus. Berpindah ke kamera bagian depan, Galaxy A3 membenamkan kamera berkekuatan 5MP yang sesuai untuk selfie. Performa Galaxy A3 ditunjang oleh prosesor Snapdragon 410 Quad-Core yang berjalan pada kecepatan 1.2 GHz serta prosesor grafis Adreno 306. Fitur lain yang patut diperhitungkan adalah active noise cancellation melalui sebuah mikrofon. Tidak ketinggalan adalah ruang penyimpanan internal sebesar 16GB yang bisa diperluas dengan sebuah kartu memori microSD hingga kapasitas 64GB.

Baca Juga  3 Cara Memilih Hosting yang Bagus untuk Bisnis Online

[nextpage title=”Display and Camera”]Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Samsung Galaxy A3 hadir dengan layar Super AMOLED berukuran 4.5 inci dengan resolusi 960 x 540 piksel sehingga memiliki kerapatan piksel sebesar 245 ppi. Kalau dilihat sekilas, resolusi yang diusung oleh layarnya ini memang terbilang biasa-biasa saja. Untungnya, teknologi AMOLED yang dilahirkan Samsung membuat ketajaman gambar tetap terjaga dengan nuansa hitam yang dalam, rasio kontras yang tinggi, warna yang tersaturasi dengan baik serta sudut pandang yang luas. Hasilnya, saat kami mencoba Galaxy A3 di bawah teriknya sinar matahari, Anda tidak akan kesulitan melihat gambar yang ditampilkan di layar. Sebagai tambahan, dari sudut manapun Anda menikmati gambar, sudut pandang yang luar memungkinkan tidak terjadi perubahan warna gambar yang signifikan.

Meskipun layar 4.5 inci terbilang cukup baik serta ergonomis untuk penggunaan satu tangan, saat ingin menikmati fitur hiburan, Anda mungkin tidak akan terlalu senang. Resolusi layar yang rendah juga tidak membantu, tentu saja. Terutama ketika Anda memainkan game atau menonton video di YouTube. Untungnya layar yang disajikannya cukup baik untuk penggunaan sehari-hari seperti berselancar di Internet atau aktif di sosial media. Kami mengerti kalau Galaxy A3 adalah smartphone Samsung yang ditujukan bagi kelas mid-range sehingga kualitas layar yang dibawanya bisa dikatakan sesuai dengan harganya. Namun, kami beranggapan layar berkualitas HD akan jauh lebih sempurna. Tambahan yang mengejutkan adalah penggunaan lapisan Gorilla Glass 4 guna melindungi layar Galaxy A3.

Galaxy A3

Dari sektor kamera, Galaxy A3 tidak perlu diragukan. Samsung Galaxy A3 membebat bagian depan dan belakang bodinya dengan kamera 8MP dan 5MP. Keduanya bahkan bisa merekam video 1080p sehingga Anda tak usah khawatir mau merekam video dengan menggunakan kamera yang mana. Kamera utama berukuran 8MP miliknya menawarkan fitur autofocus dan LED Flash ditambah dengan serangkaian mode lainnya khas Samsung. Kualitas gambar bisa cukup diterima karena pengaturan otomatisnya menyediakan lebih dari apa yang bisa Anda dapatkan dari gambar yang diproduksi oleh kamera smartphone menengah. Di ruangan yang berpencahayaan minimal, gambar yang dihasilkan tetap cerah serta sedikit bertahan dari smudge. Overall, produksi gambar bisa memuaskan penggunanya.

Di lain pihak, kamera sekunder beresolusi 5MP miliknya menyematkan mode Wide Selfie yang bisa menangkap frame yang lebih luas saat Anda memotret diri sendiri. Kamera sekundernya ini meningkat lebih tinggi jika dibandingkan dengan Galaxy Alpha dengan front camera 2.1 MP miliknya. Meskipun tidak seperti saudaranya tersebut, Galaxy A3 tidak menyediakan fitur radio FM. Pun demikian, produksi kamera depan miliknya ini bisa membahagiakan Anda meski tidak terlalu sempurna untuk digunakan dalam dunia fotografi. Hal yang mengejutkan dari sektor kamera depannya ini adalah perintah suara dan tangan untuk mengambil gambar. Ya, saat Anda bersiap mengambil gambar selfie, Anda cukup bersuara atau menunjukkan telapak tangan ke depan kamera. Efektif, bukan?

Baca Juga  Panduan Buat Kamu: Spesifikasi Kunci Samsung Galaxy S20 Series

Galaxy A3

Sementara itu, kualitas video yang diproduksinya juga cukup signifikan mengingat resolusi video bisa mencapai 1080p. Video yang disimpan akan berformat MP4 yang berjalan pada kecepatan 30fps. Video ini akan direkam pada bitrate keseluruhan sebesar 17Mbps, termasuk 256Kbps bitrate untuk stereo audio 48kHz. Produksi videonya adalah salah satu yang terbaik yang bisa diberikan oleh smartphone manapun saat ini.

[nextpage title=”Performance and Battery Life”]Di balik desainnya yang gegas, Galaxy A3 menyematkan prosesor Qualcomm Snapdragon 410 yang memang populer digunakan oleh smartphone kelas menengah. Prosesornya ini berjalan pada kecepatan clock 1.2 GHz serta didukung oleh RAM 1GB. Prosesor Qualcomm ini menggunakan chipset 64-bit yang meskipun terlihat standar mid-range smartphone, tetapi memiliki kekuatan yang cukup untuk mentenagai perangkat dalam urusan komputasi sehari-hari, berselancar di Internet, memutar video, mendengarkan musik dan bahkan bermain games tanpa “cegukan”.

Tetapi tidak semua games yang dimainkan di dalam perangkat tidak menghadapi hambatan. Prosesor grafis miliknya yang menggunakan Adreno 306 serta RAM 1GB yang dimilikinya ternyata tidak sanggup memainkan Asphalt 8: Airbone dengan baik. Saat bermain, games mengalami sejumlah lag beruntun selama balapan berlangsung. Hal ini cukup bisa dimaklumi karena Asphalt 8: Airbone sendiri merupakan game yang tergolong berat. Untungnya, game lain yang berukuran lebih kecil berjalan dengan sangat baik. Sebut saja Looney Tune Dash dan Minion Rush. Kendala lain yang kerap dihadapi oleh Galaxy A3 adalah home screen yang me-refresh selama beberapa detik setelah kami memainkan high-end games. Kemungkinan besar hal ini juga terjadi karena ukuran RAM-nya yang terbilang standar.

Galaxy A3

Speaker utama bisa ditemukan di bagian belakang, di sebelah kamera. Speaker-nya sendiri memproduksi suara yang jernih tanpa distorsi apapun. Meskipun begitu, speaker tersebut tidak akan menghasilkan suara yang begitu membahana jika dibandingkan dengan smartphone lain. Penempatan speaker-nya sendiri cukup disayangkan karena kemungkinan tangan Anda menutupinya saat berada dalam posisi lanskap sangatlah besar. Sebagai smartphone yang mungil dan kompak, Galaxy A3 harus membuat baterainya menjadi non-removable. Mode baterai yang tak bisa dibongkar-pasang ini juga sebagai biaya yang harus dibayar untuk mendapatkan kontruksi besi yang mengesankan.

Kemampuan baterai berkapasitas 1900mAh miliknya bisa dikatakan baik-baik saja. Dengan kemampuan bertahan selama 12 – 15 jam untuk satu kali pengisian daya, mode ultra saving juga bisa menghemat baterai hingga tingkat yang maksimal. Akan tetapi, ketika berada dalam mode ini ponsel akan berubah fungsi menjadi grey scale pallete.

Samsung Galaxy A3 Duos REVIEW