Struktur Bakteri, Fungsi Beserta Gambarnya [LENGKAP]

struktur bakteri

Struktur bakteri dan fungsinya sebagai berikut: Lapisan Lendir atau Kapsul, dinding sel, membran plasma, pili, flagela, sitoplasma, selengkapnya dalam artikel ini.

Bakteri merupakan salah satu makhluk hidup yang tergolong kingdom Monera. Istilah bakteri berasal dari bahasa Latin bacterium; jamak: bacteria yang artinya hewan kecil.

Ciri-ciri umumnya yaitu memiliki 1 sel (uniseluler), tidak memiliki membran pada inti sel (prokariot), pada tubuh bakteri terdapat dinding sel tapi tidak memiliki klorofil, dan berukuran sangat kecil (mikroskopik) sehingga dapat diamati dengan mikroskop cahaya. Kali ini, kamu akan mempelajari bakteri sejati, yaitu eubacteria.

Bakteri eubacteria memiliki peptidoglikan pada dinding selnya. Pada bakteri ini juga terdapat cyanobacteria, yaitu ganggang hijau-biru yang dapat berfotosintesis.

Sebenarnya seperti apa sih struktur bakteri ini? Dan bagaimana bakteri dapat bertahan hidup sebagai organisme uniseluler? Nah, yuk kita bahas mengenai struktur bakteri dan fungsi-fungsinya.

Struktur bakteri

Struktur
bakteri dan fungsinya sebagai berikut:

  • Lapisan Lendir atau Kapsul

Sel bakteri dapat menghasilkan lendir ke permukaan selnya. Lendir tersebut tersusun dari air dan polisakarida dan biasanya terdapat pada bakteri saprofit.

Lendir yang terkumpul kemudian menebal dan membentuk kapsul yang tersusun atas glikoprotein. Kapsul dan lapisan lendir berfungsi sebagai dan mempertahankan kelembaban sel, membantu melekatkan diri pada substrat, dan menunjukkan virulensi suatu bakteri.

Kapsul pada bakteri patogen juga berfungsi untuk perlindungan diri dari sistem imun sel inang. Contoh bakteri yang memiliki kapsul adalah Escherichia coli dan Streptococcus pneumonia.

Dinding sel terbentuk dari peptidoglikan, yaitu
sejenis polisakarida yang berikatan dengan protein. Dinding sel juga berfungsi
untuk melindungi sel
supaya tak mudah rusak di daerah yang mana terdapat tekanan osmotik yang lebih
kecil dan juga untuk mempertahankan bentuk sel bakteri.

Berdasarkan lapisan dinding selnya, ahli bakteriologi asal Denmark Hans Christian Gram mengelompokkan bakteri menjadi dua, yaitu bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif.

Bakteri Gram positif memiliki lapisan peptidoglikan tebal yang akan berwarna ungu jika diberi pewarna Gram. Sementara itu, bakteri Gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang tipis dan akan berwarna merah atau merah muda jika diberi pewarna Gram.

Membran sel atau membran plasma tersusun dari
fosfolipid dan protein. Sifatnya semipermeabel dan berfungsi untuk Melapisi
Sitoplasma dan Mengontrol pergantian zat yang ada pada sel dari zat yang berada
di luar sel.

Pili merupakan rambut-rambut halus yang tumbuh
dari dinding sel. Mirip dengan flagela, tapi ukurannya lebih pendek dan
bentuknya kaku. Fungsinya adalah untuk membantu perlekatan pada substrat dan
penyaluran materi genetik pada saat konjugasi.

Baca Juga  15 Contoh Teks Fabel, Pengertian, Jenis, dan Struktur (Terlengkap)

Flagela adalah bulu cambuk yang terdiri atas
senyawa protein yang terdapat di dinding sel dan fungsinya untuk alat
pergerakan. Flagela hanya dimiliki oleh bakteri yang berbentuk batang, koma
(vibrio), dan spiral.

Sitoplasma merupakan cairan tidak berwarna yang
tersusun dari air, bahan organik (protein, karbohidrat, lemak), garam mineral,
enzim, ribosom, dan asam nukleat. Sitoplasma berfungsi sebagai wadah
berlangsungnya reaksi-reaksi metabolisme sel.

Fungsi klorosom ialah untuk mengadakan
Fotosintesis yang cuma mampu dilakukan di bakteri Fotosintetik.

Ribosom adalah organel kecil yang berfungsi
sebagai tempat terjadinya sintesis protein.

Mesosom
merupakan organel sel yang memiliki pentolan di membran plasma terhadap sitoplasma.
Beberapa fungsi mesosom, yaitu:

  1. Menghasilkan
  2. Membentuk sel dinding baru saat pembelahan sel
  3. Menerima DNA saat konjugasi

Nukleoid adalah nukleus semu tempat berkumpulnya
DNA kromosomal bakteri.

Plasmid berfungsi dalam rekayasa genetika sebagai
vektor yang membawa gen asing yang ingin disisipkan pada bakteri.

Fungsi atas DNA diantaranya yaitu:

  1. Materi genetik yang sebagian besar untuk
    penentu sifat metabolisme bakteri (DNA kromosom)
  2. Menentukan sifat fertilitus, pratogen, serta
    ketahanan terhadap suatu antibiotik (DNA nonkromosom)

Berfungsi untuk tempat simpanan cadangan makanan
maupun senyawa lainnya yang diproduksi.

Fungsi
dari pilus atau fimbria yaitu:

  1. Mendukung bakteri yang melekat di sebuah medium tempat hidupnya
  2. Menempelkan diri dengan sel bakteri lain, dengan demikian bisa berlangsungnya transfer DNA di saat terjadinya konjugasi. adapun Pilus buat konjugasi disebut pilus sex.

Struktur Bakteri, Fungsi Beserta Gambarnya [LENGKAP]