Surat Keterangan Kerja: Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Contohnya

surat keterangan kerja
Ilustrasi oleh dribbble.com

Surat keterangan kerja adalah salah satu dokumen penting bagi karyawan sebagai persyaratan administratif untuk mengurus berbagai keperluan.

Sederhananya, surat ini berperan sebagai bukti tertulis bahwa orang yang bersangkutan sedang aktif bekerja atau pernah bekerja di sebuah perusahaan.


Tak hanya penting bagi karyawan, ini juga sangat bermanfaat bagi humman resources (HR) karena memudahkan penilaian saat proses perekrutan karyawan baru.

Apaka fungsi surat ini hanya sebatas itu? Tentu tidak. Masih banyak fungsi dan manfaat dari adanya surat ini, baik bagi karyawan atau HR. Dilansir dari sleekr.co, berikut fungsi dan manfaat surat keterangan kerja

Fungsi Surat Keterangan Kerja

Berikut adalah beberapa fungsi dari surat keterangan kerja, diantaranya:

1. Keterangan Kinerja dan PHK yang Baik

Surat ini berisikan tentang data diri dan penilaian umum terkait kinerja karyawan yang bersangkutan. Jadi, surat ini memuat informasi mengenai kinerja karyawan dari awal masuk hingga karyawan tersebut mengundurkan diri.

Pun surat ini tak hanya diperuntukkan bagi karyawan tetap, tapi bagi karyawan kontrak saat masa kontraknya telah habis.

Ada pula persyaratan untuk mendapatkan surat ini adalah karyawan berkelakuan baik dan mengundurkan diri atau keluar juga secara baik-baik. Bagi HR, saat calon karyawan membawa surat ini, maka dapat dipastikan calon karyawan tersebut tidak memiliki masalah dengan kantor sebelumnya.

2. Bentuk Apresiasi Perusahaan

Surat keterangan kerja ini sangat berarti bagi karyawan yang usianya masih di bawah 25 tahun, sebab pada usia-usia tersebut seorang karyawan kerap pindah-pindah perusahaan. Alasannya karena ingin mencari pengalaman dan suka menghadapi tantangan dengan memasuki tempat-tempat baru.

Nah, surat inilah yang menjadi nilai bagi mereka untuk dikumpulkan sebagai sarana untuk masuk ke perusahaan yang lebih besar. Sedangkan bagi HR, mengeluarkan surat ini akan meningkatkan kredibilitas, sebab perusahaan lain pasti akan memandang.

3. Persyaratan Jaminan Sosial, Pajak dan Bank

Surat ini terdiri dari berbagai format, sesuai dengan peruntukkannya. Misalnya, ada yang diperuntukkan saat karyawan masih aktif bekerja dan ada yang setelah putus hubungan kerja.

Surat keterangan kerja tang dikeluarkan saat karyawan masih aktif bekerja biasanya diperuntukkan untuk persyaratan pendaftaran jaminan sosial, dan keperluan bank.

Baca Juga  Seni Tari : Pengertian, Sejarah, Ciri, Jenis dan Contohnya

4. Syarat Administrasi untuk Perekrutan

Seperti apa yang telah disinggung sebelumnya, surat ini sangat penting bagi HR – terutama untuk proses perekrutan. Surat ini bisa dijadikan alat ukur pengalaman kerja calon karyawan tersebut.

Namun, tak sebatas dunia kerja saja, surat ini berfungsi sebagai syarat administrasi untuk proses perekrutan akademik. Contohnya untuk melanjutkan pendidikan ke yang lebih tinggi, karena ada beberapa bidang studi yang menuntut calon peserta didiknya memiliki pengalaman kerja.

5. Syarat Pengajuan Beasiswa

Beberapa beasiswa untuk studi lanjutan ke perguruan tinggi mengharuskan untuk memiliki pengalaman kerja terlebih dahulu.

Misalnya Chevening, siswa tersebut mencantumkan syarat bahwa calon penerima beasiswanya harus memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun.

Cara Membuat Surat Keterangan Kerja

Proses pembuatan surat ini sangatlah gampang, cukup mencantumkan informasi yang perlu dicantumkan sesuai dengan peruntukan suratnya. Berikut informasi yang harus tercantum:

  • Kop surat yang terdiri dari logo, nama, alamat, dan nomor hubung perusahaan
  • Nomor dan perihal surat
  • Keterangan tanggal dibuatnya
  • Keterangan identitas diri karyawan
  • Informasi terkait kinerja
  • Informasi terkait alasan karyawan tersebut berhenti (tergantung peruntukan)
  • Tanda tangan pimpinan perusahaan

Contoh Surat Keterangan Kerja

Sumber: Cekaja.com

Referensi:

Surat Keterangan Kerja: Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Contohnya